Top Ad unit 728 × 90

Artikel Terbaru

recentposts

Sabut Kelapa Sebagai Media Anggrek



Di Indonesia sabut kelapa tidak populer digunakan sebagai media tanam bagi anggrek. Meski ada yang menggunakannya tapi jumlahnya tak banyak. Umumnya mereka enggan menggunakan media ini karena mudah ditumbuhi jamur. Anehnya di Thailand, sabut kelapa begitu justru umum digunakan sebagai media anggrek.

kebunbibit.id

Salah satu manfaat sabut kelapa adalah untuk media tanaman anggrek. Selain murah, ia juga mudah didapatkan. Hanya saja di kalangan penganggrek kita, media ini kalah populer dibandingkan dengan media arang misalnya. Umumnya mereka enggan mempergunakan sabut karena mudah ditumbuhi jamur, yang pada akhirnya juga akan mengganggu pertumbuhan anggrek.

Namun dari kunjungan saya ke beberapa nursery anggrek di Thailand, yang dijumpai kenyataan lain. Di negeri yang populer akan keunggulan anggrek-anggrek silangannya ini, ternyata sabut kelapa malah umum digunakan. Terutama pada nursery anggrek yang mengusahakan Dendrobium sebagai bunga potong.

Murah dan tahan lama
Tertarik dengan kenyataan yang
ada di sana, Saya pun menjumpai Ah Hwa, salah seorang petani anggrek Dendrobium di Bangkok. Ketika ditanyakan alasannya memilih sabut kelapa sebagai media tanaman anggrek Dendrobiumnya, sembari tersenyum ia mengatakan “Satu-satunya alasan adalah karena harganya yang murah itu.” Menurut petani ini, pengganggrek yang memerlukan sabut kelapa tidak perlu repot-repot mencari dan membersihkannya, cukup datang ke pabrik yang khusus membuatnya. Di pabrik tadi sabut kelapa berukuran 40x30x15 cm dijual dengan harga 4 baht (Rp 300,00) per buah
.
“Selain harganya yang murah tadi, sabut kelapa juga tahan lama.” Berdasarkan pengalamannya, sabut tadi baru perlu diganti 4 tahun setelah digunakan.


Apa syaratnya ?
            Untuk mendapatkan sabut kelapa yang baik memang perlu dilakukan seleksi terhadap bahan bakunya. Pertama-tama sabut kelapa memang harus diambil dari kelapa yang telah tua. Sabut dari kelapa yang tua memiliki serat yang lebih kuat. Selanjutnya sabut juga mesti dikeringkan.

Bila bahan baku yang terkumpul sudah cukup banyak, sabut tadi disusun secara vertikal. Selanjutnya guna mendapatkan media yang kompak dan padat, sabut tadi dimasukkan ke mesin untuk dipres hingga akhirnya didapatkan sabut yang tersusun dalam bentuk empat persegi panjang.

Lokasi dan penyiraman
Meski memiliki kekurangan, sabut kelapa bisa sangat ideal digunakan di daerah yang curah hujannya rendah. Bilamana lokasi penanaman di daerah yang curah hujannya tinggi, media ini masih tetap bisa digunakan dengan syarat digunakan atap plastik sebagai pelindung.

Cara penyiraman rupanya juga sangat berperan. Maklum saja, terlalu banyak air bisa mengundang kedatangan jamur. Ah Hwa melakukan penyiraman anggreknya dengan menggunakan selang berdiameter sekitar 4 cm yang ujungnya diberi corong berlubang-lubang sehingga air yang keluar seperti berasal dari “gembor”. Orang yang menyiram tinggal berjalan mengitari deretan tanaman yang tersusun di atas rak. Penyiraman ini dilakukan pada pagi hari secukupnya hingga media sabut tidak sampai terlalu basah.

Menurut Ah Hwa, setelah beberapa lama dipakai, dipermukaan sabut seringkali ditumbuhi lumut. “Tapi kedatangan lumut itu tidak mengganggu tanaman, malahan berguna untuk menutup akar saat musim panas tiba,” katanya menerangkan.

Jadi, bila kita memiliki lokasi yang cocok serta melakukan cara penyiraman yang benar, sabut kelapa yang murah meriah bisa jadi merupakan satu alternatif pilihan untuk digunakan sebagai media tanam anggrek. Apalagi sabut kelapa mudah didapatkan.

untuk detail lebih lengkap bisa dilihat di kebunbibit.id
Sabut Kelapa Sebagai Media Anggrek Reviewed by Unknown on 09.52 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Perawatan Tanaman Hias © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.