Top Ad unit 728 × 90

Artikel Terbaru

recentposts

Pemangkasan Pohon Buah-Buahan dan Fungsinya


Pemangkasan tanaman memang telah menjadi kegiatan rutin pekebun buah di luar negeri, sebab mereka menyadari pentingnya pemangkasan dalam usaha budidaya intensif tanaman buah. Akan tetapi di dalam negeri, kegiatan pemangkasan masih sering dilupakan pekebun. Malahan ada yang tidak sampai hati memangkas tanaman yang pertumbuhannya sedang subur.
kebunbibit.id

Jika menghendaki produksi buah-buahan dengan kualitas dan kuantitas maksimal, persepsi keliru seperti itu memang perlu dihilangkan dari alam pikiran pekebun buah kita. Sebab pemangkasan dapat meningkatkan efisiensi sistem produksi dalam tanaman sehingga menghasilkan buah yang lebih baik.
Meskipun pemangkasan perlu dilakukan, namun jika pelaksanaannya tanpa perencanaan matang juga akan merugikan. Pertumbuhan tanaman mungkin akan terhambat, sehingga lambat berproduksi. Atau, tanaman justru akan mati karena tidak dapat membentuk tunas dan daun baru untuk melakukan proses fotosintesis. Dalam tulisan ini akan diulas teknik pemangkasan pohon buah-buahan. Pemangkasan tanaman buah seperti apel dan anggur akan diulas pada edisi berikutnya.

Pemangkasan pada fase bibit
Dalam ulasan bulan sebelumnya, telah dikemukakan cara menangani bibit yang ada di pembibitan. Agar sosok bibit di pembibitan lebih serasi dan harmonis, perlu pula dilakukan pemangkasan bibit. Kecuali pada bibit stump, pemangkasan pada fase ini sebenarnya lebih ditujukan untuk meminimalkan penguapan massa air dari dalam tubuh tanaman.
Pada bibit stump biasanya sebagian akar dan mahkota daunnya dipangkas, sehingga bentuknya menjadi lebih mirip tongkat. Bibit ini dibuat untuk memudahkan pengiriman dan pengangkutannya. Biasanya bagian akar tunggangnya dipangkas 2/3 bagian, dan
pemangkasan batang pokok dilakukan tepat pada batas batang yang berwarna cokelat dan hijau.
Pada bibit bukan stump biasanya yang dipangkas hanyalah sebagian daun untuk mengurangi luas permukaan daun tanaman. Yang dipangkas umumnya daun atau pucuk yang tampak sakit. Bibit yang dipangkas batangnya biasanya akan memiliki percabangan yang lebih banyak di kemudian hari. Demikian pula jika akar tunggangnya dipangkas, tanaman akan memiliki perakaran samping yang banyak sehingga dapat tumbuh lebih subur.
Pemangkasan akar dan batang pokok hanya berlaku pada mangga, jeruk, dan tanaman lain yang tahan terhadap kondisi itu. Bibit durian, rambutan, atau alpukat tidak dianjurkan, karena selain lambat memunculkan tunas baru, resiko kematiannya juga tinggi.

Pemangkasan pembentukan tanaman
Pemangkasan ini dilakukan terhadap tanaman muda, yang bertujuan mempersiapkan tanaman agar kelak dapat berbuah maksimal. Jika tanaman tidak dibentuk, cabangnya akan terlalu rapat sehingga lingkungan mahkota daun menjadi lembap. Akibatnya tanaman enggan berbuah, malahan mudah terserang penyakit cendawan. Selain itu, pemangkasan pada fase ini juga ditujukan untuk membentuk pohon agar tumbuh pendek, mudah dirawat, dan gampang dipanen buahnya. Pada tanaman durian pemangkasan ini tidak perlu dilakukan, sebab durian biasanya akan langsung membentuk cabang samping tanpa harus dipangkas terlebih dahulu.
Pemangkasan pembentukan umumnya hanya dilakukan sebanyak 2 kali, tetapi pada mangga dan jeruk kadang-kadang dilakukan sampai 3 kali. Bagi bibit bukan stump, pemangkasan pertama dilakukan setelah tanaman di lahan tumbuh setinggi 1-1,5 m. Pemangkasan dilakukan pada batas batang hijau dan cokelat. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan tunas samping yang banyak pada bidang pangkas. Tunas-tunas yang tumbuh diseleksi dan ditinggalkan tiga tunas kekar dan sehat saja. Tunas yang dipilih juga sebaiknya tidak rapat dan tidak saling bersilangan. Tunas lemah dan tunas yang tumbuh pada batang di bawah bidang pangkas harus dibuang. Bagi bibit stump pemangkasan pertama tidak perlu dilakukan lagi, kecuali jika bidang pangkasannya hanya memunculkan satu cabang saja.
Setelah cabang mencapai panjang satu meter, dilakukan pemangkasan kedua untuk membentuk cabang baru. Jika tanaman subur, pemangkasan kedua dapat dilakukan 3-6 bulan dari pemangkasan pertama. Tata caranya sama dengan pemangkasan pertama. Tujuannya untuk menumbuhkan percabangan sekunder agar tajuk tanaman terbentuk seperti payung.

Pemangkasan pemeliharaan
Setelah tajuk tanaman terbentuk, tanaman dibiarkan tumbuh bebas. Pemangkasan selanjutnya hanya dilakukan untuk membuang cabang-cabang liar dan cabang, ranting, atau pucuk yang sakit. Yang dimaksud dengan cabang dan tunas liar ialah cabang dan tunas yang tumbuh tidak pada tempatnya, misalnya pada batang pokok di bawah percabangan pertama, atau cabang dan tunas yang sifat tumbuhnya tegak lurus (tunas air). Tunas-tunas liar itu memang harus dibuang karena sama sekali tidak berguna, bahkan dapat menghabiskan zat-zat hara yang diperlukan cabang lain.
Pemangkasan pemeliharaan dapat dilakukan setiap saat, dengan melihat kondisi percabangan. Pemangkasan ini bahkan telah dapat dilakukan sejak tanaman masih di pembibitan, yakni dengan membuang pucuk-pucuk yang sakit, atau tunas yang tumbuh di bawah bidang okulasi atau bidang sambungan.


Untuk lebih detail dan bertanya mengenai tanaman bisa dilakukan di kebunbibit.id
    
Pemangkasan Pohon Buah-Buahan dan Fungsinya Reviewed by Unknown on 10.56 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Perawatan Tanaman Hias © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.