Top Ad unit 728 × 90

Artikel Terbaru

recentposts

Apel Anna Primadona Baru Dari Batu


kebunbibit.com


Warnanya merah dan bentuknya seperti trapesium terbalik, mirip sekali dengan apel impor. Rasanya bisa manis dengan aroma apel yang tajam. Daging buahnya masir tapi padat sehingga kalau digigit terasa “nyes”.

Ada beberapa jenis apel yang dihasilkan daerah Batu-Malang yang umumnya disebut apel Malang. Misalnya, Rome Beauty yang bentuknya bulat berwarna merah-hijau kekuningan, manalagi juga berbentuk bulat berwarna kuning kehijauan, dan Princess Noble atau dikenal dengan sebutan apel Australia bentuknya mirip dengan manalagi hijau kekuningan.
Selain ketiga apel popular tadi, kini di Batu ada apel baru namanya Anna. Apel ini mulai diminati petani maupun konsumennya, karena beberapa keistimewaannya.

Mirip Apel Impor
Bentuk dan warna apel Anna mirip sekali dengan apel impor, Red Delicius misalnya. Hingga apel Anna sering diakukan sebagai apel impor oleh pedagang buah.
Warna kulit apel Anna kalau tua merah tua dan bisa merata. Sedang selagi muda, hijau kemudian berubah hijau kekuningan semburat merah kalau mulai tua. Warna kulit inilah salah satu daya tarik apel Anna.
Bentuk buah apel anna, agak memanjang seperti trapesium terbalik dengan pangkal buah berbentuk seperti bintang. Jadi lebih mirip apel impor daripada apel malang yang umumnya berbentuk bulat. Kulit apel anna tipis sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama.
Rasanya kalau baru dipetik, apel anna lebih asam daripada apel malang lainnya. Namun setelah menginap 3-4 hari, rasanya menjadi manis dengan aroma apel yang tajam. Daging buahnya agak masir, tapi padat tidak “kapes-kapes” seperti apel impor. Kandungan airnya banyak dan empuk. “Kalau digigit terasa nyes-nyes,” tutur H. Sakeh dari dukuh Banyukuning, Desa Bumiaji, Batu yang kini dikenal paling banyak menanam apel ini.

Bobot buah apel anna lebih enteng dibandingkan dengan apel malang lainnya. Dengan ukuran yang sama, apel manalagi 1 kg hanya berisi 5-6 buah, apel anna bisa berisi tujuh buah. “Ini merupakan kelebihan dari apel anna hingga petani kurang begitu menyenanginya,” ujarnya lebih lanjut.

Asal Usulnya
Apel anna dimasukkan ke Indonesia oleh R. Widodo pada tahun 1975 dari Thailand. “Apel ini saya peroleh dari kebun koleksi Doi Pui Research, Chiangmai-Thailand,” ujar mantan kepala Sub Balai Penelitian Hortikultura Malang ini.
Menurut R.Widodo, sebenarnya apel ini diintroduksi Thailand dari Israel. Di kebun pusat penelitian hortikultura Thailand itu, meskipun sudah tua, apel ini belum pernah berbuah. Namun setelah diperlakukan seperti tanaman apel di Indonesia, dua minggu kemudian bisa berbunga. “Dan saya sempat melihatnya,” cerita R. Widodo.
Pada tahun 1975, R. Widodo mendapatkan undangan untuk berkunjung ke Thailand selama dua minggu. Waktu itulah ia tahu bahwa apel ini termasuk tipe spur type yang di Indonesia belum ada. Karenanya, ia lantas tertarik untuk mengintroduksinya.
Nama Anna, memang sudah dari sananya begitu. “Waktu itu ada yang mengira nama ini berasal dari nama anak saya. Padahal bukan,” katanya menjelaskan asal usul nama Anna.

Mulai Berkembang
Bagi petani Batu, apel ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, karena sudah 14 tahun ada di daerah ini. Dulu apel ini sudah banyak menanamnya. Namun kelemahan-kelemahannya dan sulitnya pemasaran, banyak yang membongkarnya kembali.
Namun setelah adanya pembatasan impor buah-buahan, pemasaran apel Anna mulai lancar. Petanipun kembali menanam apel yang warnanya mirip apel impor ini.
Contohnya H. Sakeh tadi. Kini ia mempunyai 300 batang tanaman apel Anna yang ditanam bersama-sama dengan jenis lainnya, dan sebagian yang ditanam khusus dalam satu areal. Umurnya sudah lima tahun dan berbuah yang ketiga kalinya.
Selain H. Sakeh, yang mulai mengembangkan apel ini adalah Kadir Rasyidi, dari Desa Tulungrejo-Batu yang terkenal dengan buah plumnya itu. Kini ia sudah menanam sekitar 150 pohon apel ini dan yang sudah berbuah sekitar 20 pohon. Sama dengan H. Sakeh, karena mudahnya pemasaran itu iapun yakin dengan pengembangan apel ini.

Apel Anna Primadona Baru Dari Batu Reviewed by Unknown on 13.59 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Perawatan Tanaman Hias © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.