Top Ad unit 728 × 90

Artikel Terbaru

recentposts

Aneka Gangguan Pada Bibit Buah-Buahan

kebunbibit.id


Gangguan pada bibit tanaman buah-buahan dapat terjadi sejak sebelum tanam sampai setelah tanam. Pada masa pra-tanam, gangguan biasanya terjadi di pembibitan dan saat pengangkutan. Perlakuan yang tidak tepat ketika menanam dan merawatnya setelah tanam juga bisa menjadi gangguan. Gangguan ini harus diatasi secara cermat karena tanaman berada dalam fase yang sangat lemah. Bila fase ini terganggu, sulit bagi kita mengharapkan tanaman itu tumbuh baik selanjutnya.

Banyak keluhan dilontarkan hobiis buah-buahan mengenai bibit yang baru ditanam atau dipindahkan ke halaman rumah atau kebun. Bibit mereka tiba-tiba layu dan mati. Biasanya pada awal penanaman, bibit tumbuh bagus bahkan tumbuh tunas-tunas muda yang sehat. Tapi tidak lama kemudian, bibit tersebut memperlihatkan gejala daun menguning, mengering dan mati. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti penanganan bibit, struktur dan kesuburan tanah, kualitas pupuk kandang, serta hama dan penyakit tanaman.  
Penanganan bibit
Bibit buah-buahan dapat berupa tanaman dalam polibag atau hasil cabutan yang sering disebut stum. Bibit ini bisa mengalami stres bila dibawa dalam jarak jauh, apalagi kalau akarnya sampai berubah kedudukannya. Akibat yang sama juga akan terjadi jika bibit dipindahkan dari tempat teduh ke tempat yang terkena sinar matahari langsung. Selain itu, bibit yang masih terlalu kecil sudah ditanam ke lapangan juga akan merana.   Sebaiknya bibit polibag yang baru dibeli diletakkan di tempat teduh sekitar 2–3 hari, bila berupa stum sampai satu bulan. Kalau kondisinya tetap segar, bibit bisa segera ditanam ke lapangan. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar laju penguapan tanaman tidak tinggi dan kita tidak perlu menyiramnya. Supaya tanaman tidak roboh akibat terpaan air hujan atau angin, sebaiknya bibit diberi penyangga dan diikat padanya. Penyangga ini ditaruh di kiri-kanan bibit dan menyilang tepat di batang utama. Penyangga ini juga berfungsi agar akar tanaman tetap pada kedudukannya.   Namun jika terpaksa menanam bibit pada musim kemarau dan bibit berukuran kecil sebaiknya diberi naungan. Naungan dapat dibuat dari daun kelapa kering, jaring peneduh, atau bahan lainnya yang mampu menahan sinar matahari sekitar 50%. Bahan peneduh ini diletakkan di atas empat tiang penyangga. Biasanya peneduh sudah bisa dibuka sekitar 2–4 minggu kemudian.   Bibit yang ditanam sebaiknya telah berumur lebih dari satu tahun sejak okulasi atau penyambungan. Biasanya tingginya sudah mencapai 70 cm. Sebagai gambaran, bibit durian dan belimbing sudah bisa ditanam setelah 6 bulan diokulasi, sedangkan rambutan 8 bulan. Kendati demikian, penanaman ketiga jenis bibit itu disarankan setelah satu tahun. Bibit mangga dan apel bisa ditanam setelah berumur 1–1,5 tahun; bibit manggis dan duku berumur 1,5–2 tahun; bibit jeruk 10 bulan setelah diokulasi.  

Struktur dan kesuburan tanah
Struktur dan kesuburan tanah juga bisa menjadi penyebab pertumbuhan bibit tidak normal atau bahkan kematian bibit. Saat menggali lubang tanam, hal yang terutama harus diperhatikan sebagai berikut : Apakah bagian tanah lapisan bawah (dasar lubang) berbatu-batu, bercadas keras atau berlempung padat; Apakah sewaktu menggali lubang air tanahnya keluar pada permukaan lubang (air tanah dangkal); Apakah struktur tanah galian lubang cukup gembur; Atau apakah tanahnya merupakan tanah urukan atau galian yang sudah tidak memiliki lapisan olah?   Pada tanah yang lapisan bawahnya bercadas keras atau berbatu-batu besar, akar bibit yang baru ditanam tidak akan tumbuh baik karena ia tidak mampu menyerap air dengan sempurna. Kemampuan bibit untuk bertunas dan menumbuhkan akar samping hanya bertahan sampai akar bertemu dengan lapisan tanah keras yang tahan terhadap gempuran akar. Setelah itu, akar tidak bisa lagi berkembang sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman tertekan dan akhirnya daun-daun menguning atau kerdil dan mati.   Pemberian pupuk kandang dalam jumlah besar tidak akan mampu memacu pertumbuhan tanaman muda secara terus-menerus pada tanah yang memiliki lapisan cadas atau berbatu-batu. Bahkan saat hujan turun atau tanaman disiram, air yang berlebihan tidak dapat meresap ke dalam tanah. Air yang tertahan oleh lapisan tanah keras menyebabkan keadaan aerasinya tidak baik, sehingga tanaman muda stres dan mati.   Tanah dengan air tanah dangkal menyebabkan akar tanaman terendam air, aerasinya tidak baik sehingga tanaman muda itu hidup merana dan mati. Kondisi ini tetap masih memberi kita kesempatan untuk menyalurkan hobi bertanam buah tentunya dengan sedikit tambahan pekerjaan. Disekitar tanaman, kita buat parit atau drainase untuk menurunkan permukaan air tanah supaya tidak merendam akar. Tanah galian parit dinaikkan (dibumbun). Agar strukturnya baik untuk tanaman, tanah galian tersebut perlu ditambah pupuk kandang.   Tanah yang tandus sekali, tanah urukan, atau bekas galian sehingga lapisan olahnya sudah tidak ada, masih bisa digunakan untuk bertanam buah. Namun tanah yang demikian biasanya strukturnya tidak remah dan kandungan unsur haranya hampir tidak ada, sehingga tidak menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Akibatnya tanaman muda tumbuh kerdil dan enggan membentuk tunas baru.   Pada tanah-tanah seperti itu sebaiknya dibuat lubang tanam yang berukuran besar, sekitar 100 cm x 100 cm x 50 cm. Lubang tersebut keseluruhannya kita diisi dengan pupuk kandang yang telah jadi atau dicampur tanah satu bagiannya. Tanah yang digunakan sebaiknya tar}ah lapisan olah yang didatangkan dari tempat lain. Pemberian pupuk kandang ini harus diulang paling sedikit setahun sekali. 

untuk detail lebih lengkap dan pemesanan tanaman bisa dilihat di kebunbibit.id
Aneka Gangguan Pada Bibit Buah-Buahan Reviewed by Unknown on 11.33 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Perawatan Tanaman Hias © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.